+62-818-1880-9990

Mengatasi Tantangan Cuaca dan Musim di Jepang bagi Pendatang Baru

tips mengatasi cuaca dan musim di jepang

Tantangan cuaca dan musim di Jepang tentu berbeda dengan di Indonesia. Di negara kita, cuma ada dua musim saja yakni penghujan dan kemarau. Sedangkan di Jepang terdapat empat musim sepanjang tahun. 

Sudah tentu setiap pendatang baru harus mempersiapkan diri menghadapi 4 musim di Jepang yang berbeda. 

Sebagai contoh, saat musim panas, maka suhu di sana sangat menyengat dan punya kelembaban tinggi. Sedangkan jika musim dingin, bahkan banyak data mengatakan suhunya bisa di bawah 0 derajat celcius. 

Perubahan cuaca dan musim yang ekstrim ini tentu membutuhkan syarat adaptasi yang berbeda. Maka dari itu setiap pendatang baru baik yang bekerja atau menimba ilmu, simak tips mengatasi tantangan cuaca dan musimnya di sini!

Tips Mengatasi Tantangan Cuaca dan Musim di Jepang

Jepang bukan soal cantiknya Sakura di musim semi antara Maret – April atau suasana memerah di musim gugur. Tapi, ada dua musim lain yang patut kamu hadapi saat berada di Jepang. Agar tidak kesusahan, cek ini: 

1. Menghadapi Musim Panas di Jepang

Melalui laman Japan Mobility, ada informasi dan tips terbaik menghadapi musim panas. Kondisi musim panas di Jepang itu suhunya lebih dari 30 derajat celcius dan punya kelembaban udara lebih dari 70%. 

Demi mengatasi ini, sebaiknya kamu mencoba tips berikut: 

  • Menggunakan Yukata: benar, cobalah memakai Yukata yang menjadi pakaian tradisional Jepang. Bahannya berupa katun ringan yang tentu sangat tepat untuk cuaca panas. Aliran udara bisa lebih baik dan cocok untuk mengikuti berbagai pertunjukan populer seperti Hanabi Taikai (kembang api). 
  • Stay Hydrated: yap, kamu harus tetap terhidrasi selama musim panas. Bisa dengan minum banyak air atau mencoba beragam minuman segar khas Jepang seperti Mugicha, Ramune, dan lainnya. 
  • Sering Mencari Tempat Teduh: apa solusi terbaik saat matahari sedang terik? Sudah pasti dengan mencari tempat teduh. Kamu bisa datang ke taman-taman di Jepang atau ke beberapa tempat umum di Jepang. 

2. Menghadapi Musim Dingin di Jepang

Saat menghadapi musim dingin, berbeda jauh dengan suasana musim penghujan yang dinginnya tak seberapa. Dari data, suhu di Jepang bisa di bawah nol derajat saat musim ini. 

Jadi, sebaiknya pertimbangkan menghadapinya dengan ini: 

  • Pakaian Hangat adalah Hal Wajib: kamu bisa menggunakan jaket musim dingin yang hangat, memakai syal, hingga topi khas musim tersebut. Bisa juga dengan menggunakan kaus yang memiliki teknologi heattech
  • Memakai Hokkairo: jika masih terasa menusuk hingga ke tulang, maka penggunaan bantalan pemanas dengan sebutan hokkairo bisa jadi pilihan. 
  • Atur Suhu dan Kelembaban Ideal: tips dari laman JPSS, sebaiknya atur ke suhu dan kelembaban ideal. Setidaknya ada di kisaran 20 – 22 derajat celcius. Tingkat kelembabannya harus kamu jaga di level 50% – 60%. 
  • Cuci Tangan dan Berkumur: jangan lupa setelah kembali ke rumah, pastikan agar kamu cuci tangan pakai sabun dan menggunakan obat kumur. 

3. Menghadapi Musim Semi di Jepang

Cuaca di Jepang ketika musim semi, menjadi kondisi paling sempurna untuk menikmati keindahan Negara Matahari Terbit ini. 

Biasanya terjadi setelah musim panas dan Jepang akan berangsur dingin. Umumnya di bulan November – Desember. 

Pohon-pohon jadi nampak puitis dengan rona merah, oranye, hingga kuning cerah. Angin berhembus menerbangkan dedaunan kering yang rontok. 

Kamu hanya perlu membawa pakaian berlapis atau layering agar suhunya sesuai dengan kondisi di luar. Soal aksesoris juga tak perlu ribet karena hanya perlu bawa topi, syal, dan sarung tangan. 

Paling penting untuk menghadapi tantangan cuaca dan musim di Jepang satu ini adalah kamera! Benar, ketika musim gugur ada banyak festival yang bisa kamu ikuti, ada banyak pula pemandangan indah yang begitu sayang jika kamu lewatkan. 

Momen ini adalah momen terbaik untuk kamu menikmati Jepang dengan cahaya berkilauan dari pameran musim gugur, dan segala yang indah-indah bisa kamu rasakan saat menghadapi musim ini. 

4. Musim Semi 

Iklim Jepang adalah subtropis yang berciri memiliki empat musim. Terakhir, adalah musim semi. Ini adalah musim setelah salju turun dan menyelimuti Jepang. 

Saat salju telah turun dan menyusut, pepohonan yang awalnya gundul mulai terlahir kembali. Pepohonan-pepohonan yang ada mulai menampilkan dedaunan yang menandakan kehidupan baru segera bermula. 

Di akhir bulan Maret–waktu musim semi–banyak keluarga di Jepang yang berkumpul di luar ruangan untuk ikut menikmati mekarnya Bunga Sakura. 

Suhu paling nyaman adalah saat musim semi yakni di 12 derajat celcius. Bepergian bukan hal sulit meski hanya mengenakan sweater tipis.

Namun, tetap ada tips menghadapi tantangan cuaca dan musim di Jepang satu ini. 

Meski cuacanya mulai hangat, laman Japan Travel menyebut jika suhu ketika musim semi bisa saja turun mendadak. 

Maka, sebaiknya bawalah sejumlah pakaian ekstra untuk berjaga-jaga agar kamu tidak kedinginan. 

Selain itu, sangat penting bagi kamu yang punya alergi untuk mengenakan masker atau pelindung agar serbuk bunga tidak terhirup. 

Dengan semua tips menghadapi tantangan cuaca dan musim di Jepang ini, sekarang kamu bisa lebih siap untuk datang berkarir atau menimba ilmu di sana!

Mau Kerja di Jepang tapi Belum Tahu Caranya? Cek Sini!

Bagi yang ingin kerja di Jepang dan belum tahu caranya, kini sudah ada Lembaga Pelatihan Kerja Putri Yang Mandiri (LPK P.Y.M.) yang siap membantu kamu. 

Sudah berhasil mengirimkan banyak putra-putri Indonesia ke Jepang, LPK P.Y.M akan mengirimkanmu dengan program Tokutei Ginou atau magang. 

Mau tahu lebih lanjut? Langsung hubungi WhatsApp LPK P.Y.M atau kunjungi laman resmi untuk informasi lebih detail!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Program Jepang

Artikel Populer